Grand Launching Cinta Hitam Putih, Gina D.

cinta-hitam-putih.jpg


Cassandra Roberts adalah seorang gadis yang sangat suka bermain bulu tangkis. Hari ini adalah hari pertama dia sekolah di sebuah sekolah ternama yang bernama ‘Clover International School’. Dia adalah murid baru tengah semester satu. Cassandra adalah gadis hasil campuran India dan Inggris. Ayahnya orang Inggris, dan ibunya orang India. Ia juga memiliki seorang kakak yang bernama Chaster Roberts. Tapi panggilannya Chaster. Ketertarikannya pada bulu tangkis membawanya masuk ke ‘Club Bulu Tangkis’. Di hari pertamanya sekolah, dia memang belum mendapat teman. Tapi, saat jam pulang sekolah ia tidak langsung pulang. Ada kegiatan club hari ini. Dengan ini, ia berharap bisa mendapat teman.

PRIIITT!!! Pelatih club meniup pluitnya. Semua anggota club berkumpul di tengah lapangan bulu tangkis. Karena pelatih ingin mengetahui seberapa jauh kemampuan Cassandra, sang pelatih menyuruh ia bertanding dengan pemain terhebat di club itu, Charlie. Wajahnya yang agak bule menarik perhatiannya.

“Cassandra Roberts,” katanya sambil menyodorkan tangan kanannya pada Charlie sebelum pertandingan dimulai.

“Charlie Robinson,” kata cowok itu lembut sambil menjabat tangan Cassandra.

Wajah anak cowok itu masih terbayang di benak Cassandra. Tapi ia langsung membuyarkan pikirannya karena ia teringat kalau saat itu ia sedang mengerjakan PR matematika yang cukup sulit. Tatpannya memang tertuju pada angka-angka yang tertulis di buku. Tetapi pikirannya melayang entah kemana. Dipikirannya, terbayang saat ia sedang bermain bulu tangkis tadi. Mereka berdua sama hebatnya. ‘Dia keren juga…’ kata-kata itu terbesit di pikirannya. Sekejap ia tersadar dari lamunannya, dan ia mulai mengerjakan PR-nya lagi.

Langkah kaki Cassandra semakin cepat saat ia melihat Charlie yang sedang duduk bersama teman-temannya di koridor.

“Charlie…!” panggilnya sambi berlari ke arah Charlie.

“Siapa, Char?” tanya salah satu cowok di dekat Charlie. Nafas Cassandra masih tersengal-sengal saat itu. Di hadapannya ada 6 orang cewek dan 3 orang cowok, termasuk Charlie.

“Dia lawan maen bulu tangkisku kemaren. Namanya Cassandra Roberts. Panggilannya Cassandra,” jelas Charlie.

“Salam kenal!” kata Cassandra semangat.

“Kenalkan! Aku Andriany Rivansky. Panggil aja Riany!” gadis berkulit sawo matang itu memperkenalkan diri.

“Aku Sarah Stump. Panggilanku Sarah!” kali ini gadis khas orang Irlandia.

“Aku Mikka Schweinsteiger.  Panggil Mikka,” kali ini gadis berwajah Jerman.

“Aku Vallery VondenHaar. Vallery,” gadis itu memberikan senyumannya.

“Aku… namaku panjang. Jadi kusingkat. Aku Chii D. Fluorite. Panggil Chii!” gadis berkacamata itu tampak semangat.

“Aku Sakura von Einzbern. Tapi sering dipanggil Sakura atau Sakura Hime!” gadis berambut pirang dengan mata berwarna emerald itu tampak paling semangat.

“Aku Yuan Dan. Panggil aja Yuan,” katanya dengan nada datar.

“Aku Lee Jun-ki. Lee” katanya dengan nada yang tidak kalah datar.

“Aku tidak tahu banyak tentang negara ini. Mohon bantuannya, ya!” kata Cassandra pada mereka semua.

“Jadi, sudah berapa lama kau di sini?” tanya Riany.

“Aku baru saja tinggal di sini. Karena pekerjaan ayah, kami sekeluarga pindah,” jelasnya singkat.

“Oh gitu. Kalo gitu, aku aja yang ngejelasin tentang Negri Clow ini,” kata Mikka yang langsung dipotong Sakura.

“Stop! Aku aja yang ngejelasin!”

“Iya deh, tau… mentang-mentang lahir di sini…” kata Vallery sedikit meledek.

“Negri Clow adalah negri yang terletak di antara keenam benua di dunia ini. Itulah yang menyebabkan di Negri Clow ini banyak orang dari berbagai negara. Aku contohnya. Ayahku orang Jerman. Lalu pindah ke Inggris dan menjadi warga negara Inggris. Sedangkan ibuku orang Jepang. Waktu ayahku dinas ke Jepang, beliau bertemu dengan ibuku yang saat itu masih berstatus sebagai ‘Hime’ atau Putri. Setelah mereka menikah dan kakakku lahir, mereka pindah ke sini dan lahirlah aku!! Dan akhirnya tahta ibuku yang seharusnya menjadi ratu saat ini digantikan oleh adiknya. Sekarang, teman-temanku yang mengetahui statusku yang seharusnya menjadi ‘Hime’ atau putri, kadang-kadang memanggilku ‘Sakura Hime’ gitu…” jelasnya.

“Yah… itu namanya ngejelasin tentang diri sendiri…” kata Chii meledek.

“Ya maaf deh, kalo gitu…” kata sakura melas.

“Yaudah, kalo gitu biar aku aja yang ngejelasin. Kita ke kantin aja yuk, Cassandra!” ajak Sarah.

*

“Charlie, hari ini ada latihan bulu tangkis, kan?” tanya Cassandra pada Charlie. Sudah seminggu ia tinggal di Negri Clow ini.

“Iya. Hari Sabtu besok ‘kan ada pertandingan lawan murid dari Illyasviel School. Jadi sebisa mungkin sepulang sekolah kita latihan,” Charlie menjawab lembut.

“Hari ini… siapa lagi yang liat kita latihan?” pertanyaan Cassandra memecahkan keheningan.

“Ki-ki-ki-ki-kita?? Kamu aja sama tembok! Gak, canda! Hari ini gak ada yang bisa. Lee sama Yuan ada kegiatan Club Broadcasting. Riany kegiatan Club Tari. Chii kegiatan Club Sihir. Sakura kegiatan Club Bahasa Jepang, trus dia langsung ke tempat kerjanya. Dia seiyuu film anime. Vallery, Sarah sama Mikka kegiatan Club Musik. Abis itu Mikka langsung Club Bola. Jadi mereka semua gak bisa,” jelasnya.

“Oh, gitu…” kata Cassandra mengakhiri pembicaraan. Akhirnya mereka sampai di ruang latihan.

*

“OK, Ganbatte ne!” kata Sakura pada Charlie dan Cassandra memberi semangat sebelum mereka bertanding.

“Sukses ya!” kata Chii.

≈Semua pemain harap berkumpul di tengah lapangan,≈ suara yang terdengat dari speaker yang volumenya besar itu hampir mengagetkan mereka.

“OK, kita tanding dulu, ya!” kata Cassandra. Mereka berdua berjalan pelan-pelan ke tengah lapangan. OK, selamat berjuang ya!

“Hari Sabtu kemaren seru banget ya!” kata Vallery sambil duduk diantara Sarah dan Mikka.

“Iya, tapi sayang banget kalah pas final! Bedanya 1 poin lagi! Nyesek banget tuh!” Chii berkomentar.

“Tapi setidaknya kita udah berjuang. Ya ‘kan? Charlie?” kata Cassandra sambil menatap Charlie. Charlie masih terus memandangi Cassandra, walaupun Cassandra sendiri lagi ngobrol sama yang lain. Tatapannya hanya tertuju pada gadis yang rambutnya diikat itu.

“Hayo… lagi ngeliatin Cassandra ya…” suara Lee membuyarkan lamunannya.

“Ssstt!!! Jangan keras-keras! Malu tahu!” Charlie panik.

“Suka ya…” Lee menggoda.

“Ih, enggak kok!” Charlie mengelak.

“Kenapa? Dia Cantik kok!” Lee mulai memancing.

“Cantik ‘kan?! Makanya, aku suka dia…” Charlie malah gak nyadar bilang begitu.

“Tuh ‘kan?! Suka! Tadi aku Cuma mancing aja. Eh, ternyata bener!”

“Iya deh… tapi jangan kasih tau siapa-siapa, ya!” akhirnya Charlie menyerah.

“Mau kujodohin gak?”

“Boleh boleh!”

“Tapi kalo yang lain pada tau gakpapa, ya!” soalnya aku butuh banget bantuan mereka!”

“Itu bisa diatur lah!”

*

Tidak butuh waktu lama bagi Lee untuk membongkar rahasia ini. Dan misi yang telah mereka (kecuali Cassandra) rencanakan hari ini akan dijalankan.

≈Di sini Manjuu satu. Terget udah di tempat utama,≈ suara Vallery terdengar dari walkie talkie yang dipegang Yuan.

“OK, ini saatnya. Lakukan dengan baik! Sukses, ya!” kata Yuan pada Charlie yang ada di sebelahnya. Sambil menepuk pundak kiri Charlie. Kemudian Charlie mulai berjalan mendekati Cassandra yang sedang duduk sendirian di bawah pohon.

“Eh, Charlie,” kata Cassandra agak kaget.

“Ng… langsung aja ya, Cassandra sebenernya aku mau bilang kalo aku su… su… suka sama ka… kamu,” kata Charlie.

“NGGAAAK!” suara itu tiba-tiba terdengar. Itu bukan suara Cassandra. Semua kaget karena ternyata itu adalah kakaknya Cassandra, Chaster. “Pokoknya Kakak gak setuju kalo kamu pacaran sama dia!!” lanjut Chaster sambil membentak Cassandra.

“Ka-kakak?” Cassandra mulai ketakutan. Belum pernah ia melihat kakaknya semarah ini.

“Anak ini! Dia itu nyolot banget sama angkatan kakak!” kata Chaster sambil menuding-nuding Charlie.

“Ma-maksud kakak?” tanya Cassandra tambah ketakutan.

“Iya! Dia nyolot banget!!” kata-kata yang diucapkan Chaster itu membuat Cassandra langsung lari meninggalkan mereka.

≈Di sini Manjuu lima. Rencana kita gagal dong?!≈ suara Riany dari walkie talkie yang dipegang Sarah.

“Iya, kayaknya gitu…” kata Sarah.

*

“Pekerjaan ayah di sini sudah selesai. Besok kita akan pulang kembali ke Inggris. Kamu mau ikut, Cassandra?” tanya ayahnya saat makan malam.

“Nanti aku pertimbangkan dulu,” jawabnya setengah hati sambil berusaha tersenyum. Ia sangat sedih karena akhirnya perpisahan dengan teman-temannya harus terjadi saat ini.

Cassandra membantingkan badannya di tempat tidurnya. kepalanya ia tutupi dengan bantal.

“Pokoknya kakak gak mau kalo kamu sampe pacaran sama Charlie!” Chaster tiba-tiba masuk ke kamar Cassandra.

“Iya! Aku tau kok!” Cassandra ngomong tanpa mengubah posisinya. Tidak ada yang mengetahui kalau sebenarnya ia menangis.

*

“Charlie yakin, gak dikasih tau?” tanya Sakura pada Cassandra.

“Iya. Ini sudah keputusanku,” kata Cassandra. Saat ini ia dan keluarganya serta teman-temannya (kecuali Charlie) berada di bandara. Sebentar lagi ia akan berangkat pulang ke Inggris. ‘Pertanyaan itu… sampai saat ini belum kujawab,’ pikir Cassandra dalam hati.

“Cassandra!!” ibunya yang berjarak sekitar 10 m di belakangnya memanggilnya. Ia menoleh sebentar.

“OK, teman-teman! Aku harus pergi! Sampai jumpa, ya!” kata Cassandra berusaha tersenyum, menyembunyikan kesedihannya.

“Jangan lupakan kami, ya!” kata Mikka.

“Kirim surat, ya!” kata Chii. Cassandra hanya mengangguk. Lalu ia mengambil langkah ke arah keluarganya, meninggalkan mereka semua.

“Cassandra!!!” suara yang terdengar dari belakang Cassandra itu berhasil menghentikan langkanya. Ia membalikkan badannya dan ternyata ada Charlie di sana.

“Kumohon jangan pergi,” pinta Charlie. Cassandra menoleh ke arah keluarganya.

“Pergilah,” kata ibunya dan ayahnya.

“Kakak?” tanyanya.

“Lakukan sesukamu saja ‘lah! Ini hidupmu,” jawab kakaknya sambil tetap cuek.

“Terima kasih!” kata Cassandra pada keluarganya. Ia berlari ke arah charlie. Charlie-pun berlari ke arah Cassandra. BRUGH!! Mereka bertubrukan! Semua tertawa. Charlie membantu Cassandra berdiri.

“Jadi, kamu mau ‘kan, jadi pacarku?” tanya Charlie.

“Iya, tentu!” jawab Cassandra sambil tersenyum.

“Ciee… yang baru jadian…!” semua teman-temannya berteriak. Akhirnya mereka semua tertawa bersama. OK-OK, selamat, ya!

“O iya, ngomong-ngomong trus kau tinggal di mana, Cas?” tanya Sakura.

“O iya! Di mana donk?!” ia jadi panik karena keluarganya sudah berangkat ke Inggris. Hahahaha…

***

©2007 kupastuntaskupastuntas@hotmail.com

10 thoughts on “Grand Launching Cinta Hitam Putih, Gina D.

  1. bnr kta marsyANTManiac blg!!! illyasviel von einzbern emg qren bgt…….
    ngomong2 ni crita apaan sich?!
    g jls……
    gw sich lbh ska film cartoon yg ad d animax esspecially fate/stay night..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s