Ketika nyawa Pak Harto melayang di udara…..

Terus terang saja saya masih bingung. Pada tanggal 27 Januari 2008 kemarin, udara terasa sangat panas. Termometer di rumah saya mencecah 35 derajat selsius. Sudah 1 minggu-an, Jakarta tidak diguyur hujan. Sekitar 2-3 jam setelah Pak Harto wafat, cuaca berubah drastis menjadi hujan. Saya sangat kaget ketika melihat perubahan cuaca yang sangat drastis. Terakhir saya makan siang jam 1, udara masih sangat panas. Tapi begitu saya keluar rumah jam 4-an, hujan deras mengguyur Jakarta Selatan dan sekitarnya. Rumah Cendana pun juga ikut diguyur hujan.


Padahal, 2 jam sebelum hujan, saya sudah cek cuaca di http://www.yahoo.com/weather, yang menyatakan bahwa cuaca di seluruh Jakarta, dalam kondisi cerah berawan.

Alam berkata beda, hujan deras ternyata turun di sekitar Jakarta Selatan.

Yang saya masih bingung :

  1. Hujannya kok pas setelah pak Harto meninggal?
  2. Kenapa gak hujan dari hari-hari sebelumnya?
  3. Kenapa cuacanya berubah drastis, dari yang tadinya panas banget, jadi hujan angin deras?

4 thoughts on “Ketika nyawa Pak Harto melayang di udara…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s